Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk mempercepat penyediaan peta dasar nasional melalui proyek Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP). Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Kedeputian Geostrategi DPN ini dipimpin oleh Mayjen TNI Ari Yulianto selaku Deputi Bidang Geostrategi, bersama jajaran tenaga ahli DPN. Dari pihak BIG, hadir Muh Aris Marfai sebagai Pelaksana Tugas Kepala BIG, didampingi Deputi Informasi Geospasial Tematik serta Direktur Rupa Bumi Wilayah Darat.
Dalam pertemuan tersebut, DPN menyoroti sejumlah isu krusial, terutama terkait praktik pengolahan data geospasial di luar negeri yang dinilai berpotensi mengancam kedaulatan nasional. Ke depan, praktik tersebut diharapkan dapat dihentikan, terutama dalam implementasi proyek ILASP yang menjadi tulang punggung penyediaan data spasial Indonesia.
Baca juga: BIG Diminta Berhati-hati Terkait Keamanan Data di Project ILASP
Sebagai solusi strategis, DPN mendorong pembangunan Integrated Map Production Center (MPC). Infrastruktur ini dirancang sebagai pusat produksi peta berbasis cloud nasional yang mengedepankan prinsip keamanan, kedaulatan, dan keberlanjutan. MPC akan menghadirkan sistem akses data terpusat, replikasi di pusat komputasi BIG, serta melibatkan BUMN nasional dalam proses pengolahan dengan pengawasan ketat.
Tak hanya itu, DPN juga mengusulkan penguatan arsitektur dual system antara MPC dan Geospatial Command Center (GCC) milik BIG. Sistem paralel ini ditargetkan beroperasi hingga 2027 guna memastikan ketahanan sistem sekaligus mendukung transisi menuju kemandirian geospasial nasional.
Audiensi ini turut menegaskan bahwa pengelolaan data geospasial bukan semata persoalan teknis, melainkan juga bagian integral dari strategi pertahanan negara. Minimnya ketersediaan peta dasar skala besar, yang hingga 2021 baru mencakup sekitar 2,5 persen wilayah Indonesia pada skala 1:5.000, menjadi perhatian serius karena berpotensi membuka celah kerawanan informasi strategis.
Dengan langkah kolaboratif ini, Indonesia tidak hanya membangun infrastruktur data. Negara ini sedang memperkuat fondasi kedaulatan digitalnya di tengah dinamika global yang makin kompetitif.
