Ancaman bencana alam akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang terus meningkat menyebabkan kebutuhan akan teknologi pemantauan yang akurat menjadi makin mendesak. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi baru bernama EroSlide, sebuah sistem berbasis internet of things (IoT) yang dirancang untuk memetakan potensi erosi dan longsor secara terintegrasi.
EroSlide akronim dari erosi, longsor (sliding), dan deposisi, dikembangkan sebagai alat pemantau berbagai parameter lingkungan secara real time. Sistem ini mampu mengukur curah hujan, limpasan permukaan (runoff), infiltrasi air, hingga jumlah sedimen yang terbawa aliran. Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Mineral BRIN, Nendaryono Madiutomo, menyebutkan pada gelaran Diseminasi #7 Forum Diskusi “Seputar Mineral Strategis Indonesia” pada Kamis 23 April 2026 bahwa teknologi ini dilengkapi sejumlah sensor canggih, seperti sensor curah hujan tipe tipping bucket, load cell untuk mendeteksi berat sedimen, serta sensor aliran air yang menghitung volume limpasan di area penelitian.
Data yang diperoleh dari berbagai sensor tersebut tidak hanya dikumpulkan, tetapi juga dikirim dan diolah secara terpusat. Hasilnya, informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk analisis mendalam, termasuk dalam memetakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap erosi dan longsor. Dalam pengujian awal, alat ini telah dipasang di lahan dengan kemiringan terjal dan terbukti mampu merekam data secara kontinu dengan tingkat akurasi yang menjanjikan.
Ke depan, pengembangan EroSlide akan diperluas dengan penambahan sensor lain, seperti pengukur kelembapan tanah, tingkat keasaman (pH), serta suhu lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketepatan analisis sekaligus memperkuat fungsi sistem sebagai dasar pengembangan peringatan dini longsor. Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa tingkat erosi yang tinggi sering kali berkorelasi erat dengan potensi terjadinya longsor.
Lebih jauh, pemahaman mengenai dinamika erosi juga membuka wawasan tentang proses perubahan kualitas tanah. Erosi air diketahui menjadi faktor utama yang mempercepat degradasi lahan di wilayah hulu, sekaligus memindahkan material ke daerah hilir yang dapat mengalami pengayaan mineral. Namun di sisi lain, proses ini juga menyebabkan hilangnya unsur hara penting, baik makro, seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium, maupun unsur mikro, seperti besi, mangan, dan seng. Dampaknya, kesuburan tanah menurun dan produktivitas lahan ikut terancam.
Dengan hadirnya EroSlide, BRIN tidak hanya menawarkan solusi teknologi, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengelolaan sumber daya alam yang lebih presisi. Pada akhirnya, ketersediaan data yang akurat menjadi fondasi penting untuk memprediksi bencana sekaligus merancang pembangunan yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan.
