Pemerintah memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan menjadi mobilisasi massa yang masif dengan estimasi pergerakan mencapai 143,9 juta orang. Untuk menanggapi skala pergerakan yang sangat besar tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah preventif dengan menyiapkan strategi mitigasi bencana guna menjamin keselamatan masyarakat di sepanjang perjalanan.
Data angka pergerakan tersebut merujuk pada hasil Survei Angkutan Lebaran 2026 yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Survei ini menjadi basis pemetaan preferensi perjalanan sekaligus dasar bagi otoritas terkait untuk mengantisipasi potensi risiko bencana hidrometeorologi maupun geologi di jalur-jalur utama.
Pemantauan Intensif dan Peta Digital
Sebagai langkah mitigasi konkret, BNPB menyiapkan peta jalur mudik aman bencana yang dapat diakses secara daring melalui platform inaRISK. Platform ini dirancang untuk meminimalkan risiko kecelakaan atau terjebak bencana selama perjalanan.
Dilansir dari Okezone, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menjelaskan bahwa pengawasan akan difokuskan pada titik-titik krusial, seperti rest area, terminal, pelabuhan, bandara, hingga lokasi wisata. Selain menyediakan panduan digital, pemerintah juga menyiagakan operasi modifikasi cuaca guna meredam potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu arus mudik dan balik.
“BNPB akan menerjunkan tim yang dikomandoi oleh pejabat setingkat eselon satu untuk turut melakukan pemantauan di lokasi yang diprediksi terjadi lonjakan aktivitas masyarakat,” ujar Raditya dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan instruksi kepada pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyiagakan personel serta peralatan di lapangan. Langkah ini diambil agar respons darurat dapat dilakukan secara instan jika terjadi kendala di tengah kepadatan lalu lintas.
Raditya Jati menekankan pentingnya kesiapan petugas di lapangan untuk memantau titik-titik yang menjadi pusat konsentrasi pemudik maupun wisatawan. Hal ini krusial mengingat sedikitnya 100 juta orang diprediksi akan bermobilisasi secara serentak untuk pulang ke kampung halaman atau berlibur bersama keluarga.
BNPB menitikberatkan tiga poin utama sebagai panduan keselamatan bagi masyarakat sebelum memulai perjalanan. Masyarakat diminta aktif memantau kondisi cuaca, memahami topografi jalur yang dilalui, serta menjaga kesiapan fisik dan kendaraan.
“BNPB mengimbau bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada musim lebaran nanti agar senantiasa memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan pihak berwenang, kemudian mempelajari dan memahami jalur evakuasi saat berada dalam perjalanan ataupun ketika berada di lokasi tujuan, terakhir memastikan kondisi kendaraan dan kesehatan keluarga dalam kondisi yang sehat,” jelas Raditya.