Setiap kali Anda mengetik alamat di aplikasi peta dan melihat titik lokasi muncul seketika, Anda sedang menikmati hasil dari eksperimen rumit yang dimulai lebih dari setengah abad lalu. Pada akhir 1960-an, Pusat Studi Penggunaan Sensus di Biro Sensus Amerika Serikat menghadapi tantangan besar untuk membuat komputer memahami geografi, sebuah misi yang ternyata jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan sebelumnya.
Pada saat itu, Biro Sensus telah memiliki berkas dasar geografis. Namun, data tersebut tidak mampu menghubungkan antarjalan secara akurat. Format yang ada dianggap tidak memadai untuk menyambut Sensus 1970 yang membutuhkan sistem navigasi data yang lebih presisi.
Inovasi Topologi dan Kelahiran DIME
Kunci dari teknologi pemetaan digital modern adalah geocoding, yaitu proses menerjemahkan alamat tertulis menjadi lokasi geografis. Hal ini memerlukan data yang tidak hanya menentukan lokasi jalan, tetapi juga menyandikan bagaimana fitur geografis berhubungan satu sama lain di dunia nyata.
Sebagai contoh, dari sudut pandang udara, sebuah jalan layang yang melintasi jalan arteri mungkin tampak seperti persimpangan. Namun, siapa pun yang berada di lapangan tahu bahwa kedua jalan itu tidak benar-benar bertemu. Komputer perlu memahami hubungan spasial fundamental ini, yang dalam istilah teknis disebut sebagai topologi.
Dilansir dari situs Library of Congress, Staf Biro Sensus akhirnya menciptakan format data baru bernama DIME (Dual Independent Matrix Encoding). Sistem ini mampu membaca jaringan jalan, rentang alamat, hingga geografi sensus. Secara kritis, DIME menyimpan persimpangan sebagai node (titik) dan jalan sebagai arc (garis lengkung). Dua garis yang bertemu pada sebuah node dianggap sebagai persimpangan, sementara dua garis yang tidak bertemu pada node dianggap tidak terhubung secara fisik. Inovasi inilah yang memecahkan tantangan jalan layang tersebut.
Menjelaskan Teknologi Lewat Komik
Pekerjaan tersebut secara teknologi sangat kompleks. Untuk memublikasikan inovasi ini agar menarik perhatian publik, para peneliti menempuh cara yang tidak terduga, yaitu menggunakan buku komik. Mereka menerbitkan "DIME Comix & Stories" pada Maret 1976 untuk menjelaskan cara kerja format data tersebut.
Narator dalam komik ini adalah sesosok karakter koin sepuluh sen (dime) yang ramah. Komik yang dirancang oleh Donald F. Cooke dan Sharon Gongwer Johns ini membimbing pembaca memahami bagaimana peta jalan tradisional diterjemahkan menjadi sistem node dan arc. Dalam salah satu ilustrasinya, karakter koin tersebut bahkan berjalan di sepanjang garis "Elm Street" untuk menjelaskan bagaimana penomoran blok kanan dan kiri dilakukan.
