Keberhasilan Industri Kecil Menengah (IKM) asal Kabupaten Bandung, PT Bentara Tabang Nusantara, dalam merealisasikan ekspor perdana pesawat udara nirawak (unmanned aerial vehicle—UAV) ke Australia menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri teknologi nasional. Ekspor yang dilakukan pada Selasa, 3 Februari tersebut menandai kemampuan industri dalam negeri untuk menembus pasar global dengan produk berbasis inovasi. Pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pemantauan wilayah menjadi produsen sistem pengindraan ruang yang memiliki daya saing internasional.
Produk yang diekspor, yakni drone Omnibe RTB Nopayload, dirancang untuk kebutuhan surveilans dengan kemampuan pemantauan area hingga jarak pandang mencapai 5.000 hektare. Kapasitas ini menjadikan drone tersebut relevan untuk pengawasan wilayah luas, seperti kawasan pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga pengamanan infrastruktur strategis.
Masuknya drone buatan Indonesia ke pasar Australia juga mencerminkan kesesuaian teknologi dengan karakter geografis negara tujuan. Australia dikenal memiliki bentang wilayah yang sangat luas dengan banyak area terpencil sehingga membutuhkan sistem pemantauan berbasis udara yang andal dan efisien. Drone produksi PT Bentara Tabang Nusantara dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut melalui kombinasi jangkauan pemantauan yang luas, fleksibilitas operasional, serta efisiensi biaya sehingga memiliki daya saing dalam peta industri drone global.
Keberhasilan ekspor perdana ini tidak terlepas dari dukungan Bea Cukai Bandung yang berperan sebagai pendamping industri dan fasilitator perdagangan. Dilansir dari JPNN.com, Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Budi Santoso, menyampaikan bahwa ekspor ini mencerminkan kesiapan industri nasional untuk bersaing di pasar internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan devisa negara dan penguatan ekonomi nasional. Bea Cukai juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kinerja ekspor melalui pelayanan kepabeanan yang optimal, pengawasan yang efektif, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pelaku usaha.
Sinergi antara inovasi teknologi, dukungan regulasi, dan kebutuhan pasar global menjadi faktor kunci keberhasilan ekspor drone ini. Pencapaian tersebut tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global teknologi pemantauan wilayah, sekaligus membuka peluang ekspor lanjutan di sektor teknologi berbasis analisis spasial.