Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Catat Tanggalnya! 7 Event Astronomi yang Bakal Ter...
Sains Teknologi

Catat Tanggalnya! 7 Event Astronomi yang Bakal Terjadi Sepanjang Tahun 2026

Catat Tanggalnya! 7 Event Astronomi yang Bakal Terjadi Sepanjang Tahun 2026

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, baru saja merilis daftar event astronomi yang tidak boleh dilewatkan sepanjang 2026, menandai tahun yang diprediksi sarat fenomena langit menarik bagi para pengamat.

Kalender astronomi tahun ini akan dipenuhi berbagai peristiwa spektakuler, mulai dari hujan meteor tahunan yang intens, parade sejumlah planet yang tampak berderet di cakrawala, hingga fase-fase Bulan langka yang jarang terjadi dalam satu siklus kalender. Kondisi ini menjadikan 2026 sebagai momentum penting bagi komunitas astronomi, baik amatir maupun profesional, untuk melakukan observasi langsung ataupun dokumentasi ilmiah.

Berikut adalah event-event Astronomi yang tidak boleh kamu lewatkan sepanjang tahun 2026!

1. Planetary Parade: 28 Februari 2026

Rangkaian fenomena dibuka dengan Planetary Parade pada 28 Februari 2026. Pada malam itu, enam planet, Merkurius, Venus, Neptunus, Saturnus, Uranus, dan Jupiter, akan tampil berderet menghiasi langit senja setelah Matahari terbenam. Konfigurasi ini menjadi momen langka karena sebagian besar planet dapat diamati dalam satu rentang waktu yang sama. Empat planet dapat terlihat dengan mata telanjang apabila cuaca cerah, sementara Uranus dan Neptunus membutuhkan bantuan teleskop karena cahayanya lebih redup.

2. Gerhana Bulan Total: 3 Maret 2026

Hanya berselang beberapa hari, gerhana Bulan total pada 3 Maret 2026 akan menyuguhkan pemandangan dramatis, terutama di wilayah Amerika Utara bagian barat. Fenomena ini terjadi menjelang Matahari terbit ketika Bumi tepat berada di antara Matahari dan Bulan. Akibatnya, bayangan umbra Bumi sepenuhnya menutupi Bulan dan menciptakan tampilan yang memukau di langit fajar.

3. Full Blue Moon: 31 Mei 2026

Memasuki akhir Mei, tepatnya 31 Mei 2026, publik akan disuguhi Blue Moon, yaitu purnama kedua dalam satu bulan kalender. Peristiwa ini membuat total purnama sepanjang 2026 mencapai 13 kali. Meski namanya Blue Moon, fenomena ini tidak mengubah warna Bulan menjadi biru, melainkan sekadar istilah untuk menandai kelangkaannya dalam sistem kalender.

4. Konjungsi Venus dan Jupiter: 8–9 Juni 2026

Setelah itu, pada 8–9 Juni 2026, langit malam kembali memikat lewat konjungsi Venus dan Jupiter. Dua planet paling terang tersebut akan tampak sangat berdekatan, hanya terpaut jarak sudut kecil di cakrawala. Fenomena ini dapat dinikmati tanpa alat bantu optik, cukup dengan pandangan mata ke langit yang cerah.

5. Hujan Meteor Perseids: 12–13 Agustus 2026

Memasuki pertengahan tahun, hujan meteor Perseids pada 12–13 Agustus 2026 diperkirakan tampil optimal karena bertepatan dengan fase Bulan baru. Langit yang lebih gelap memungkinkan meteor terlihat lebih jelas, bahkan dalam jumlah puluhan hingga ratusan per jam pada puncaknya.

6. Hujan Meteor Geminids: 13–14 Desember 2026

Menjelang akhir tahun, Geminids pada 13–14 Desember 2026 kembali menjadi primadona. Hujan meteor ini dikenal menghasilkan meteor terang dengan semburat kehijauan yang melintas cepat di langit malam, menciptakan panorama kosmik yang memikat.

7. Supermoon: 24 Desember 2026

Sebagai penutup, 24 Desember 2026 akan dihiasi fenomena Supermoon yang bertepatan dengan malam Natal. Karena Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi saat fase purnama, ukurannya tampak lebih besar dan cahayanya lebih terang. Fenomena ini menjadi akhir yang manis bagi rangkaian peristiwa astronomi sepanjang tahun 2026.

Dengan rangkaian fenomena yang tersaji hampir sepanjang tahun, 2026 menjadi panggung kosmik yang menghadirkan keajaiban langit secara bergantian dan berkesinambungan. Dari parade planet di awal tahun hingga Supermoon di penghujung Desember, setiap peristiwa menawarkan kesempatan bagi siapa pun untuk menengadah dan menyadari betapa dinamisnya tata surya yang kita huni.

Lebih dari sekadar tontonan visual, deretan event ini juga menjadi pengingat bahwa pergerakan benda langit berlangsung presisi dan teratur, membentuk siklus yang dapat diprediksi sekaligus memukau. Tahun 2026 pun layak dikenang sebagai momentum istimewa untuk kembali mendekatkan diri pada sains, alam semesta, dan keindahan langit malam.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!