Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Hiburan Sengketa Peta Disebut Jadi Alasan Drama China Shin...
Hiburan

Sengketa Peta Disebut Jadi Alasan Drama China Shine on Me Tumbang di Netflix Vietnam?

Sengketa Peta Disebut Jadi Alasan Drama China Shine on Me Tumbang di Netflix Vietnam?

Ketegangan geopolitik di Laut Tiongkok Selatan kembali merembes ke ruang budaya dan industri hiburan global. Memasuki awal 2026, pemerintah Vietnam kembali mengambil langkah tegas terhadap representasi visual yang dianggap melanggar kedaulatan wilayah mereka. Drama Tiongkok Shine on Me resmi ditarik dari platform Netflix Vietnam setelah otoritas setempat menyatakan keberatan atas kemunculan peta kontroversial “garis sembilan titik” yang digunakan Beijing untuk mengklaim sebagian besar Laut Tiongkok Selatan.

Serial tersebut dinilai bermasalah setelah pemerintah Vietnam menemukan visual peta dalam episode ke-25, tepatnya dari menit ke-32:10 hingga 34:03. Dilansir dari Wolipop, peta itu muncul dalam adegan kuliah tentang potensi energi surya di Tiongkok, di mana proyeksi gambar mencakup sebagian garis sembilan titik. Bagi Vietnam, penggambaran itu bukan sekadar ilustrasi, melainkan bentuk legitimasi simbolis terhadap klaim teritorial Tiongkok yang sudah lama mereka tolak.

Sengketa Peta Disebut Jadi Alasan Drama China Shine on Me Tumbang di Netflix Vietnam? - Gambar 1

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam menyebut visual tersebut “tidak akurat dan melanggar kedaulatan nasional”. Melalui Departemen Perfilman, pemerintah Vietnam mengajukan permintaan resmi kepada Netflix pada 3 Januari untuk menghapus tayangan tersebut. Platform streaming itu kemudian mematuhi permintaan tersebut dan menarik serial tersebut dari katalog Vietnam.

Hingga kini, Beijing belum memberikan pernyataan resmi. Namun, Global Times, surat kabar milik pemerintah Tiongkok, menampilkan artikel yang mendesak Vietnam agar memisahkan pertukaran budaya dari masalah Laut Tiongkok Selatan. Pernyataan itu konsisten dengan strategi diplomasi Beijing yang kerap menekan negara-negara Asia Tenggara agar tidak mengaitkan isu budaya dan ekonomi dengan sengketa teritorial.

Sengketa antara Beijing dan Hanoi berfokus pada Kepulauan Paracel dan Spratly, wilayah strategis sekaligus kaya sumber daya yang menjadi pusat perebutan pengaruh di Asia Tenggara. Pemerintah Tiongkok mengklaim memiliki “hak historis” atas wilayah tersebut sejak berabad-abad lalu. Vietnam membantah keras klaim itu dan menegaskan bahwa mereka memiliki dokumen yang menunjukkan penguasaan aktif atas kawasan tersebut sejak abad ke-17.

Berdasarkan laporan Media Indonesia, perselisihan ini telah diuji secara hukum. Pada 2016, Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag menyatakan bahwa klaim Tiongkok tidak memiliki dasar hukum internasional. Namun, Beijing menolak mengakui keputusan tersebut dan hingga kini terus memperluas kehadiran militernya di wilayah-wilayah yang disengketakan, termasuk pembangunan pos militer, radar, hingga landasan pacu di pulau buatan.

Penarikan Shine on Me bukanlah peristiwa tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam secara konsisten menolak konten audiovisual yang menampilkan garis sembilan titik. Pada 2023, drama Tiongkok Flight to You juga diminta untuk dihapus dari Netflix. Bahkan, film-film Hollywood yang diproduksi jauh dari konteks politik Asia turut terdampak. Film Barbie (2023) produksi Warner Bros dan Abominable (2019) dari DreamWorks pernah dilarang tayang di Vietnam karena dinilai mengakui klaim maritim Tiongkok melalui tampilan peta pada salah satu adegannya.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!