Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home D. I. Yogyakarta BIG Sukses Lakukan Pemetaan Geoheritage dan Bawah...
D. I. Yogyakarta

BIG Sukses Lakukan Pemetaan Geoheritage dan Bawah Laut Yogyakarta

BIG Sukses Lakukan Pemetaan Geoheritage dan Bawah Laut Yogyakarta

Perkembangan teknologi geospasial terus membuka peluang baru dalam memahami hubungan antara alam, manusia, dan ruang. Kini, teknologi tersebut tidak hanya digunakan untuk memetakan daratan, tetapi juga menelusuri kekayaan bawah laut yang selama ini tersembunyi. Salah satu langkah penting dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) yang berhasil menyelesaikan pemetaan geoheritage di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus menemukan fitur bawah laut di perairan selatan Jawa.

Penyerahan hasil pemetaan tersebut dilakukan oleh Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BIG, Antonius B. Wijanarto, kepada Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, pada 14 Oktober 2025. Seremoni itu bukan sekadar penyerahan data, melainkan juga menandai kolaborasi strategis antara lembaga pusat dan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan informasi geospasial ke dalam kebijakan pembangunan. Hasil pemetaan yang diserahkan mencakup kawasan geoheritage darat dan temuan bawah laut yang memiliki nilai ilmiah tinggi sehingga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai daerah dengan keanekaragaman geologi yang unik.

BIG Sukses Lakukan Pemetaan Geoheritage dan Bawah Laut Yogyakarta - Gambar 1

Melalui keterangan di laman resmi BIG, Antonius menegaskan bahwa pemetaan geoheritage bukan hanya pekerjaan teknis, melainkan bagian dari sistem pemantauan berkelanjutan terhadap kawasan bernilai geologi penting. Menurutnya, hasil pemetaan ini menjadi pijakan awal dalam membangun mekanisme pengawasan jangka panjang yang berbasis data.

Geoheritage memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat riset pendidikan, dan mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa proses monitoring harus terus dilakukan, terutama pada kawasan yang dinamis, seperti gumuk pasir. Analisis asal-usul dan perubahan morfologi kawasan seperti itu dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang evolusi bentang alam di wilayah selatan Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyambut baik langkah BIG tersebut dan menilai hasil pemetaan dapat menjadi dasar ilmiah dalam menyusun kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, data geospasial sangat penting untuk menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan dan konservasi lingkungan. Melalui pendekatan berbasis data, pemerintah daerah dapat merencanakan tata ruang yang mempertimbangkan karakteristik geoheritage serta risiko perubahan lingkungan sehingga pembangunan di Yogyakarta tetap berorientasi pada keberlanjutan.

Selain hasil pemetaan darat, BIG juga menyerahkan hasil pemetaan Gumuk Pasir Barkhan Parangtritis serta mengungkap temuan fitur bawah laut di perairan selatan Jawa. Temuan tersebut memperluas cakupan pemahaman geospasial Yogyakarta, dari pegunungan hingga dasar laut, yang memperlihatkan keterkaitan erat antara proses geologi darat dan laut. Melalui kegiatan ini, BIG menunjukkan bahwa teknologi geospasial bukan hanya alat pemetaan, melainkan juga jembatan pengetahuan untuk memahami dinamika bumi secara utuh. Pemetaan geoheritage bawah laut menjadi tonggak penting dalam membangun kesadaran bahwa pelestarian alam harus dilakukan secara menyeluruh, melintasi batas daratan dan samudra, demi masa depan lingkungan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!