Yogyakarta terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana yang selama ini membayangi wilayahnya. Sebagai daerah yang berada di kawasan rawan gempa bumi, erupsi gunung api, tanah longsor, hingga banjir dan kekeringan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai membutuhkan sistem mitigasi yang mampu bekerja secara cepat, akurat, dan terintegrasi. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah DIY mulai menyiapkan berbagai langkah strategis guna memperkuat pengurangan risiko bencana, termasuk memanfaatkan teknologi dalam proses perencanaan wilayah.
Komitmen tersebut terlihat melalui perumusan delapan langkah Penurunan Risiko Bencana yang disiapkan Pemerintah Daerah DIY. Dari sejumlah langkah yang dirancang, salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penguatan pengelolaan data dan informasi risiko bencana dengan memanfaatkan sistem informasi geografis atau SIG sebagai instrumen utama dalam pemantauan wilayah.
Melalui langkah ini, pemerintah berupaya menyusun peta risiko bencana secara komprehensif yang nantinya akan menjadi dasar dalam perencanaan wilayah berbasis mitigasi. Data mengenai potensi ancaman bencana, tingkat kerawanan wilayah, hingga kondisi lingkungan akan diintegrasikan ke dalam sistem pengambilan keputusan berbasis teknologi informasi. Dengan demikian, kebijakan pembangunan diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat.
Sistem informasi geografis sendiri merupakan teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, serta menampilkan data berbasis lokasi atau geografis. Dalam konteks kebencanaan, SIG memungkinkan pemerintah memetakan kawasan rawan bencana secara lebih detail, memantau perubahan kondisi wilayah, hingga membantu proses mitigasi dan penanganan darurat secara lebih cepat. Teknologi ini juga dinilai mampu membantu pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan, jalur evakuasi, hingga kawasan yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Dengan adanya sistem pemetaan risiko berbasis SIG tersebut, Pemerintah Daerah DIY berharap upaya mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif. Keberadaan data yang akurat dinilai penting untuk meminimalkan baik risiko korban jiwa maupun kerugian ketika bencana terjadi. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana di masa depan. Pemerintah DIY pun menegaskan bahwa pengurangan risiko bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar tercipta sistem kesiapsiagaan yang kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: 8 Langkah Pemda DIY dalam Penurunan Risiko Bencana
