Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Kesehatan Drone Berhasil Rekam Nasib Kapal Pesiar yang Teris...
Kesehatan

Drone Berhasil Rekam Nasib Kapal Pesiar yang Terisolasi di Tengah Laut Akibat Wabah Hantavirus

Drone Berhasil Rekam Nasib Kapal Pesiar yang Terisolasi di Tengah Laut Akibat Wabah Hantavirus

Di tengah hamparan Samudra Atlantik yang luas dan jauh dari daratan utama, sebuah kapal pesiar mendadak menjadi sorotan dunia setelah wabah penyakit langka melanda para penumpangnya. Rekaman drone dari CNN memperlihatkan kondisi MV Hondius yang terisolasi di perairan lepas pantai Afrika Barat, dengan kapal tampak diam berlabuh di tengah laut setelah otoritas setempat menolak izin sandar akibat kekhawatiran penyebaran hantavirus.

Kapal pesiar berbendera Belanda itu membawa total 149 orang, termasuk 17 warga Amerika Serikat. MV Hondius sebelumnya berangkat dari Ushuaia, Argentina, dalam perjalanan wisata menuju sejumlah wilayah terpencil di Atlantik Selatan dan Antarktika. Perjalanan tersebut semula dirancang sebagai ekspedisi eksklusif untuk menikmati pemandangan alam liar, satwa laut, hingga pulau-pulau terpencil yang jarang dikunjungi wisatawan.

Namun, situasi berubah drastis ketika sejumlah penumpang mulai mengalami gangguan pernapasan serius selama pelayaran berlangsung. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, melaporkan penyakit tersebut berkembang dengan cepat dan memicu kekhawatiran baik di antara kru maupun penumpang.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kemudian mengungkapkan sedikitnya tujuh kasus hantavirus telah teridentifikasi di kapal tersebut. Dua kasus dinyatakan terkonfirmasi, sementara lima lainnya masih berstatus dugaan. Wabah itu juga dikabarkan menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan beberapa lainnya jatuh sakit.

Saat ini, MV Hondius berada di dekat Praia, ibu kota negara kepulauan Cape Verde di Afrika Barat. Meski sudah berada di wilayah perairan setempat, kapal belum diizinkan merapat ke pelabuhan. Pemerintah Cape Verde menyatakan langkah itu dilakukan untuk melindungi kesehatan publik dan mencegah kemungkinan penyebaran penyakit ke daratan.

Pihak otoritas kesehatan setempat telah mengirim tim untuk memeriksa kondisi di atas kapal dan melakukan penilaian risiko. Hingga kini, belum ada keputusan mengenai proses evakuasi seluruh penumpang ataupun penurunan kru kapal.

Meski demikian, operator tur menyebut otoritas Belanda tengah mempersiapkan evakuasi terhadap dua awak kapal yang mengalami gejala penyakit, serta satu orang yang memiliki hubungan dengan penumpang yang meninggal dunia pada 2 Mei lalu. Proses evakuasi rencananya akan dilakukan menggunakan dua pesawat khusus yang telah dilengkapi peralatan medis lengkap dan didukung tim tenaga kesehatan terlatih. Namun, belum ada kepastian kapan operasi evakuasi tersebut akan dilaksanakan. Oceanwide Expeditions juga masih mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary di Spanyol sambil menunggu perkembangan situasi kesehatan di atas kapal.

Hantavirus sendiri merupakan virus langka yang umumnya menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus, terutama lewat urine, air liur, atau kotorannya. Penyakit ini dapat berkembang menjadi sindrom paru hantavirus, infeksi serius yang menyerang sistem pernapasan dan berpotensi mematikan.

Meski demikian, WHO menegaskan wabah tersebut belum dianggap sebagai ancaman kesehatan global. Otoritas kesehatan internasional juga menyatakan belum ada kebutuhan untuk menerapkan pembatasan perjalanan, sembari terus memantau perkembangan situasi di kapal pesiar yang kini masih terisolasi di tengah laut tersebut.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!