Badan Informasi Geospasial (BIG) terus memperkuat peranannya dalam pengelolaan data geospasial kelautan di wilayah timur Indonesia. Salah satu langkah konkretnya ditunjukkan melalui kunjungan tim BIG ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Fakfak, Papua Barat.
Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi teknis terkait pemeliharaan Stasiun Pasang Surut yang menjadi sumber utama data dinamika laut di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan RRI.co.id, kehadiran BIG disambut oleh Plh. Kepala KSOP Fakfak, Rio B. R. Hutagalung, bersama perwakilan instansi pelabuhan Alimin. Pertemuan ini menandai komitmen bersama dalam memperkuat integrasi data spasial kelautan di wilayah Fakfak.
Dalam kegiatan tersebut, tim BIG yang diwakili oleh Hadi Wijaya Kusuma Abdillah dan Ibnu Shofi Ashidqi melakukan evaluasi terhadap kinerja Stasiun Pasang Surut yang telah beroperasi di perairan Papua Barat. Pemeliharaan ini bertujuan memastikan sistem pengamatan berjalan optimal dan menghasilkan data yang akurat serta konsisten.
Data pasang surut memiliki peran vital dalam mendukung keselamatan navigasi pelayaran, perencanaan infrastruktur pelabuhan, hingga analisis kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim. Dengan pengelolaan data yang baik, wilayah maritim Fakfak dapat memiliki basis informasi kelautan yang kuat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pelayaran.
Selain berfokus pada pemeliharaan perangkat, kolaborasi BIG dan KSOP Fakfak juga diarahkan untuk memperluas penggunaan data spasial maritim. Data yang dihasilkan dari stasiun pengamatan dapat dikonversi menjadi peta tematik yang membantu identifikasi zona pesisir, potensi sedimentasi, dan pola arus laut. Informasi ini penting bagi pemerintah daerah maupun instansi teknis untuk merumuskan kebijakan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Dengan pendekatan geospasial, perencanaan pembangunan pelabuhan dan kawasan ekonomi maritim di Papua Barat dapat dilakukan lebih presisi dan adaptif terhadap dinamika lingkungan.
Langkah BIG di Fakfak sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sistem data spasial nasional, khususnya di sektor kemaritiman. Papua Barat, dengan potensi sumber daya lautnya yang besar, membutuhkan dukungan data geospasial yang akurat untuk pengambilan keputusan berbasis bukti.
Melalui penguatan infrastruktur pengamatan dan integrasi data antarinstansi, BIG berupaya mewujudkan tata kelola kelautan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Dengan demikian, keberlanjutan fungsi Stasiun Pasang Surut di Fakfak bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan juga bagian dari strategi nasional dalam membangun kedaulatan data maritim Indonesia.