Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Sains Teknologi Aplikasi InaRISK BNPB Bisa Laporkan Pembabatan Hut...
Sains Teknologi

Aplikasi InaRISK BNPB Bisa Laporkan Pembabatan Hutan dengan Memanfaatkan Data Spasial

Aplikasi InaRISK BNPB Bisa Laporkan Pembabatan Hutan dengan Memanfaatkan Data Spasial

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengembangkan inaRISK Personal, sebuah aplikasi berbasis geospasial. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat berkontribusi langsung dalam pengawasan lingkungan dan mitigasi bencana melalui sistem pelaporan digital yang interaktif dan berbasis lokasi.

Baru-baru ini, Afif Alfian, Analis Bencana Muda dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko BNPB, menjelaskan bahwa aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melaporkan kejadian seperti penggundulan hutan secara ilegal dengan menyematkan data lokasi akurat melalui perangkat ponsel berbasis Android.

Sistem ini secara otomatis memetakan laporan pengguna ke dalam koordinat spasial, yang kemudian dianalisis untuk menilai tingkat risiko bencana pada wilayah tersebut. “Melalui inaRISK Personal, masyarakat bisa melaporkan kasus penggundulan hutan,” terang Afif.

InaRisk juga berfungsi sebagai platform pemetaan risiko yang menampilkan tingkat bahaya suatu wilayah secara real-time berdasarkan data spasial. Aplikasi ini menyajikan informasi berbasis peta interaktif yang mengintegrasikan data dari berbagai sumber, seperti BMKG, Kementerian ESDM, dan lembaga kebencanaan lainnya.

Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengakses peta risiko wilayah mereka serta mendapatkan rekomendasi langkah mitigasi berdasarkan klasifikasi tingkat bahaya geospasial. "inaRISK Personal juga berperan sebagai penyedia informasi risiko bencana, tingkat bahaya suatu wilayah atau daerah, dan dilengkapi dengan rekomendasi tindakan antisipatif," cetusnya.

Melalui kombinasi data spasial, analisis risiko, dan partisipasi publik, inaRISK Personal memungkinkan pendekatan yang lebih presisi dalam penanganan bencana dan perlindungan lingkungan. Laporan masyarakat yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti baik sebagai data untuk kajian risiko maupun untuk langkah teknis lebih lanjut oleh kementerian terkait.

Afif menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang kompleks diperparah oleh degradasi lingkungan akibat ulah manusia, menjadikan pemanfaatan teknologi geospasial seperti ini makin krusial. Dengan desain antarmuka yang sederhana dan informasi yang mudah dipahami, inaRISK Personal memperkuat keterlibatan warga dalam sistem deteksi dini dan respons kebencanaan berbasis lokasi.

Berdasarkan data BNPB, sepanjang periode 1 Januari hingga 15 Desember 2024, tercatat 1.942 kejadian bencana alam di Indonesia. Sebanyak 95 persen di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Dari total kejadian tersebut, BNPB mencatat 469 orang meninggal dunia, 58 orang hilang, dan 1.157 orang mengalami luka dan membutuhkan perawatan medis. Selain itu, lebih dari 61.500 unit rumah warga mengalami kerusakan, termasuk 10.821 unit yang mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah.

Untuk itu, Afif menyebutkan bahwa kanal tersebut terus diperbarui agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap data dan informasi terbaru yang relevan untuk peningkatan ketangguhan menghadapi bencana. “Harapannya, melalui aplikasi ini masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan untuk menciptakan Indonesia yang tangguh bencana,” ujarnya.

Sumber: Antara News 1, Antara News 2

Tags:

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!