Default Title
Loading...
IMG-LOGO
Home Inggris Inggris Berhasil Melakukan Uji Coba Helikopter Tan...
Inggris

Inggris Berhasil Melakukan Uji Coba Helikopter Tanpa Awak yang Mampu Bawa 1 Ton Senjata

Inggris Berhasil Melakukan Uji Coba Helikopter Tanpa Awak yang Mampu Bawa 1 Ton Senjata

Langkah strategis Inggris dalam memperkuat kapabilitas militer maritimnya kini memasuki babak baru setelah keberhasilan uji terbang helikopter otonom Proteus. Royal Navy, atau Angkatan Laut Inggris, mengumumkan bahwa Proteus telah menyelesaikan penerbangan perdananya di Predannack Airfield, Cornwall. 

Menurut laporan Mezha, platform udara tanpa awak ini dikembangkan oleh perusahaan asal Italia Leonardo S.p.A. dan diproyeksikan menjadi bagian dari konsep “hybrid air wing”, yakni integrasi pesawat berawak dan nirawak dalam satu sistem operasi tempur Angkatan Laut Inggris. Konsep ini menandai pergeseran doktrin menuju peperangan maritim berbasis teknologi otonom yang lebih fleksibel dan minim risiko bagi personel.

Secara geospasial, pemilihan Predannack Airfield di Cornwall bukan keputusan yang kebetulan. Lokasi ini berada di barat daya Inggris dan berhadapan langsung dengan Samudra Atlantik, kawasan yang selama ini menjadi jalur vital pelayaran internasional serta titik strategis pengawasan Atlantik Utara. 

Lingkungan geografis tersebut memberikan ruang uji yang representatif untuk menyimulasikan operasi di laut terbuka, termasuk patroli anti-kapal selam, pengawasan zona ekonomi eksklusif, hingga respons cepat terhadap ancaman maritim. Posisi Cornwall yang relatif jauh dari kepadatan lalu lintas udara metropolitan juga menghadirkan ruang aman bagi pengembangan dan pengujian sistem otonom berteknologi tinggi tanpa mengganggu penerbangan sipil.

 

Inggris Berhasil Melakukan Uji Coba Helikopter Tanpa Awak yang Mampu Bawa 1 Ton Senjata - Gambar 1
Helikopter Proteus menjatuhkan pelampung sonar.

Dari sisi teknologi, Proteus dirancang tanpa awak di kokpitnya dan mengandalkan kombinasi sensor canggih serta perangkat lunak khusus yang memungkinkan sistem mengambil keputusan secara mandiri sesuai dinamika situasi taktis. Pihak Angkatan Laut Inggris menyatakan bahwa sistem ini memungkinkan helikopter menjalankan misi secara otonom berdasarkan kondisi lapangan. 

Dengan bobot sekitar tiga ton dan daya angkut lebih dari satu ton, Proteus memiliki kompartemen modular yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai kebutuhan, mulai dari misi anti-kapal permukaan hingga anti-kapal selam. Kapasitas tersebut membuka kemungkinan membawa sonar, torpedo ringan, maupun sistem persenjataan lainnya dalam satu platform fleksibel.

Dukungan anggaran sekitar £60 juta atau setara dengan Rp1,36 triliun untuk pengembangan dan manufaktur demonstrator ini mencerminkan komitmen Inggris dalam mentransformasi strategi pertahanannya menuju integrasi sistem nirawak. Di tingkat global, perlombaan teknologi serupa juga terlihat ketika Sikorsky memperkenalkan prototipe drone kargo S-70UAS U-Hawk berbasis helikopter Black Hawk, sementara Jerman mempertimbangkan transfer Sea Lynx kepada Ukraina. Rangkaian perkembangan tersebut menegaskan bahwa dominasi teknologi drone militer kini menjadi elemen kunci dalam peta kekuatan pertahanan kawasan Eropa dan Atlantik.

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk memberikan komentar.

Komentar (0)


Jadilah yang pertama memberikan komentar!