Spatial data science, ilmu yang memadukan data dan lokasi geografis untuk memahami pola dan hubungan yang terjadi di suatu tempat, memberikan manfaat besar dalam meningkatkan penjualan dan efisiensi bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan menggabungkan analisis data lokasi dan kecerdasan buatan, UMKM dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data.
Spatial data science membantu UMKM memahami di mana dan bagaimana mereka dapat menjangkau pelanggan secara lebih efektif. Salah satu manfaat utamanya adalah dalam menentukan lokasi strategis. Dengan menggunakan analisis data spasial, pelaku UMKM dapat memilih lokasi usaha yang paling potensial untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan.
Salah satu bukti nyata data spasial bisa digunakan untuk meningkatkan penjualan bisnis UMKM adalah apa yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) dalam kuliah kerja nyata atau KKN. Bertempat di Tembalang, Semarang, Ari menggunakan data spasial sebagai salah satu penunjang program kerjanya.
Program pertama yang dijalankan diberi judul “Analisis Jaringan Distribusi Bahan Baku Jus Halal”. Dalam inisiatif ini, Ari memetakan jalur distribusi bahan baku, seperti buah segar dan es batu dari pemasok menuju lapak Fresh Drink Juice Tembalang. Ia menggunakan metode Network Analyst dalam sistem informasi geografis (GIS) untuk menentukan rute tercepat, memperkirakan durasi perjalanan, serta mengidentifikasi kemungkinan hambatan, seperti kemacetan atau kendala logistik lainnya.
“Saya ingin teknologi pemetaan ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar, bukan cuma untuk proyek besar,” ujar Ari dikutip dari netralnews.com.
